Kalimat Yang Paling Disukai Rabb Pemilik Langit dan Bumi

Wahai pemburu kebaikan, terimalah. Pintu terbuka tak tertutup. Wahai pelaku dosa dan maksiat. Datanglah dan berharaplah. Wahai yang merasa tersayat luka oleh dosa-dosa. Datanglah, pitu ini terbuka. Kedermawanan selalu dating.

Siapakah orang yang tak pernah Salah ? Siapakah gerangan manusia yang hanya melakukan kebaikan ? Sipakah manusia yang tak pernah terpeleset jatuh? Dimanakah orang yang tidak pernah bersalah dan tak mungkin keliru? Wahai pelaku banyak kesalahan, lupakah engkau, bahwa semua manusia memang pelaku kesalahan. Berapa kali engkau putus asa? Berapa kali? Padahal engkau mendengar hadits Rasulullah saw, “Demi Zat yang diriku ada dalam tangan-Nya, andai kalian tidak berdosa, niscaya allah akan melenyapkan kalian….”

Maka, jika engkau berdosa, bertaubatlah dan menyesallah. Dahulu orang tuamu Nabiyullah Adam as telah melakukan dosa. Maka, jika ada orang yang menyerupai perilaku keturunannya, bukanlah sesuatu yang luar biasa tapi lumrah saja. Tapi jangan meniru satu hal saja, bahwa Nabiyullah Adam as bersalah. Sedangkan engkau tinggalkan sikapnya yang kembali kepada Allah swt dan bertaubat setelah itu. Ayahmu melakukan kesalahan, tapi ia kembali kepada Allah. Demikian penjelasan Al Qur’an.

Wajah-wajah orang yang bertaubat akan cemerlang berkilauan. Saat mereka mendengar panggilan Rabb Penguasa alam,” Andai engkau dating kepada-ku dengan kesalahan sepenuh bumi, niscaya Aku akan menemuimu dengan ampunan seluas langit dan bumi.” Maka, sungkurkanlah dirimu di depan pintu. Tengadahkan tanganmu, lalu katakana, “Wahai pemberi ampunan…” Biarkan hidungmu terkotori tanah lalu serulah, “Kasih saying-Mu kuharapkan wahai Rabb Pemilik semesta….”

Wahai pelaku kejahatan dan kezaliman. Ketahuilah bahwa tetesan air mata penyesalan, bias melenyapkan jejak keterpelesetan kaki dalam dosa. Ketahuilah, engkau berhubungan dengan Yang Maha Menerima taubat. Yang membuka pintu kembali yang sangat luas di hadapan para pelaku durjana. Yang menurunkan kitab-Nya dengan keluasan maaf. Yang kasih saying Nya melebihi kemurkaan-Nya.

Nama-Nya adalah At Tawwab (maha Penerima Taubat). Andai kalian tidak melakukan dosa, niscaya tak ada penyifatan nama seperti ini di dalam Al Qur’an untuk diri-Nya. Karena penyifatan tak mungkin ada jika tanpa perbuatan. Tidakkah engkau tahu, taubat dari dosa itu bias melenyapkan kesombongan. Istighfar bisa menyebabkan hancurnya keangkuhan. Hingga bisa membenturkan pada tembok yang menghalangi pengulangan.

Jangan ulangi dosa. Akuilah dan diamlah. Sesungguhnya rasa obat itu pahit. Tapi kelak engkau akan mendapatkan sesuatu yang memudahkan dan tidak berbahaya setelahnya.. Hati-hatilah dengan syaitan karena ia selalu membisikkan tipuan.

Mengakui kesalahan. Itu adalah karakter kemuliaan. Berhentilah di depan pintu, katakanlah: “kami telah bersalah.” Katakanlah:”kami taubat.” Angkatlah dua tanganmu dan katakanlah:” kami kembali.” “tidakkah mereka bertaubat kepada Allah lalu allah mengampuni dosa mereka. Dan allah Maha Penerima taubat dan Maha Kasih Sayang.”(QS. Al Maidah:74) Maha Suci allah yang mengampunkan dosa orang yang melakukan kesalahan. Maha suci allah Yang menerima taubat orang yang bertubat.

Taubat itu menghapus apapun yang sebelumnya. Berkata rasulullah saw, “At Taa-ib minadz dzanbi Kaman laa dzanba lahu”. Sungguh, orang yang bertaubat dari dosa sama dengan orang yang tidak mempunyai dosa. Ini perkataan yang harus kita terima. Selamat, wahai orang yang bertaubat dan kembali, sebelum tertutupnya pintu. Selamat kepada yang bertaubat dan cepat kembali kepada tuhan, yang menitikkan air mata, yang tak berdaya di hadapan Rabb manusia.

Sesungguhnya orang yang bertaubat memiliki dua kebahagian, dua air mata dan dua senyuman. Kebahagiaan tatkala meninggalkan dosa. Dan kebahagiaan saat bertemu rabbnya. Air mata yang menitik saat mengingat masa lalu. Dan air mata menitik saat mengingat bagaimana umurnya telah terbuang sia-sia. Senyuman saat mengingat karunia Allah swt yang menjadikannya bertaubat, dan itu adalah nikmat yang tak ada bandingnya. Dan senyuman tatkala dia merasakan dosa telah meninggalkan dirinya.

Taubat menyimpan rahasia-rahasianya. Mereka yang bertaubat berhak mendapatkan berita rahasia-rahasia itu. Antara lain, piala penyesalan akan menarik dirinya sedikit demi sedikit, bersamaan dengan jatuhnya bulir-bulir air mata, hingga ia mendapatkan al walayah (pertolongan). Ia akan mengerti bagaimana hakikatnya sebuah ri’ayah (perlindungan). Karena ia memahami rahasia ubudiyah (penghambaan).

Rahasia taubat juga ada pada kesibukan beristighfar yang mampu melucuti kesombongan. Orang yang bertaubat akan berpikir tentang kekurangan dirinya. Sibuk dari segala bisikan yang menipu kebesarannya. Mungkin saja orang lain tidak melihat kecuali kebaikan dari dirinya, dan hanya menyaksikan keshalihan dan keimanannya. Tapi keadaan itu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, tentang ketakutan akan akibat yang diterima.

Ketahuilah, menghina diri karena kekurangan, memandang diri dengan pandangan remeh di hadapan kebesaran Allah, tidak meridhai apa yang dilakukan oleh hawa nafsu, akan memunculkan sikap lembut dan kritis. Sikap yang tidak bias diperoleh melalui puasa bahkan giyam. Tidak juga melalui thawaf di baitul haram. Selamat bagi orang yang menyesali dosanya, lalu hatinya tercabik, dan air matanya menetes karena perbuatan yang tak terkendali.

Perkataan paling indah, ungkapan paling baik, bagi Rabb pemilik bumi dan langit, adalah perkataan seorang hamba: “Ya Rabb, aku berdosa. Ya Rabb, aku melakukan keburukan. Ya Rabb, aku bersalah.” Niscaya jawaban yang muncul dari-Nya adalah, “Hamba-Ku, Aku telah mengampunimu, memaafkanmu dan menutupi kekuranganmu.

Biarkan keningmu terkotori tanah. Seruhlah:”wahai Rabbul Alamin…kami bertaubat bersama orang-orang yang bertaubat.” Cucilah dosa-dosa besar itu dengan tujuan siraman air mata penyesalan, dan tambahkan pada siraman yang kedelapannya dengan debu serta tanah pertaubatan.

0 komentar