Dimanapun kamu berada sekarang, aku akan selalu mendoakanmu, smoga kamu selalu dalam lindungan Allah subhanahuataallah, dalam keadaan sehat walafiat dan sukses. Amien Ya Rabb….
Empat tahun lebih sudah aku menjalani hari-hariku, menjalankan rutinitas kehidupan yang monoton dan tanpa warna, sejak kita terpisah yang awalnya disebab oleh keadaan dan situasi yang sulit ku mengerti dan ku terima, tiap pagi aku berangkat ke kantor, dikantor aku selesaikan semua tugas yang diberikan kepadaku dengan baik, setelah itu jam 13.00 wita bahkan kadang-kadangjam 16.00 bila ada kerjaan yang harus ku selesaikan segera. Di rumahpun aku begitu, sebagai anak perempuan yang dididik untuk bisa mengerjakan tugas-tugas layaknya wanita yang akan menjadi ibu rumah tangga kelak aku selesaikan dengan tanpa cela bahkan tak jarang pujian yang terlontar dari mulut ibuku di depan adik-adikku bila mereka tidak becus dalam mengerjakan tugasnya.
Tanpa mengurangi rasa syukurku kepada Allah, aku terlahir menjadi wanita yang setia, bahkan sangat setia, inilah yang menyebabkan aku tersiksa, menderita karena perasaan yang seharusnya sudah aku hapus atau lenyapkan dari dalam hati dan pikiranku terhadap kekasihku hatiku yang begitu tulus dan ikhlas aku mencintainya tanpa melihat dia anak siapa, apa yang dia pakai, apa yang dia kendarai dan lain sebagainya apapun keadaannya aku tetap mencintainya.
Karena keterbatasanku, kurangnya pengalaman aku tentang dunia, sikap dan watak laki-laki, mungkin aku yang salah, kekasih hatiku mencintai wanita lainyanglebih muda, lebih cantik, bahkan lebih kaya dan lebih segalanya dari aku, saat aku mengetahuinya sebagai manusia biasa aku merasa sakit hati, cemburu, dan sangat sedih tentunya. Seperti yang aku tulis diatas aku terlahir sebagai wanita yang sangat setia aku tetap mencintai kekasih hatiku dan menyayanginya bila aku bertemu dengannya aku bahkan menanyakan tentang hubungan dengan wanita pilihannya dan pilihan orang tuanya. Karena mereka-mereka adalah wanita pilihan yang pendidikan dan kecantikannya melebihi aku.
Ada satu wanita yang aku tidak ridho dunia akhirat bila kekasih hatiku memilihnya, karena dia adalah wanita yang tidak setia dengan kekasihnya, seorang wanita yang berjilbab berani mengajak laki-laki lain bukan kekasihnya sendiri dan bukan muhrimnya untuk menemaninya sampai ralut malam di kantornya yang sepi entah dengan maksud apa??. Aku tidak rela seadainya dia menikah dengan kekasih hatiku wanita itu berselingkuh dengan laki-laki lain karena tidak bisa menerima kekurangan yang ada pada kekasih hatiku…..
Kekasih hatiku yang sekarang entah berada dimana, yang sudah tidak menyukai aku lagi, yang tidak mau aku harapkan, aku mencintaimu, menyayanggimu, aku tempatkan kamu di hatiku ditempat yang paling baik dan paling tinggi setelah Tuhanku, Rasulku, dan kedua orang tuaku…..baru kamu kekasih hatiku……
Smoga perpisahan dan kebecianmu terhadapku merupakan jalan yang harus dilalui untuk suatu saat nanti kita bisa bersama lagi dalam keadaan yang lebih baik dan tentunya diridhoi oleh Allah…..amien ya rabb….
Sampai kapanpun bila Allah menghendaki aku akan sabar menantimu kembali wahai kekasih hatiku, bila suatu saat kamu kembali mungkin ubanmu sudah banyak aku akan mencabutnya seperti yang sering aku lakukan, bila badanmu terasa sakit aku akan memijitnya agar kembali segar, aku akan selalu membuatmu bahagia tentunya sudah dengan ikatan suci pernikahan. Ya Allah Kabulkan doa hambamu ini” berilah kesempatan kepadaku membina keluarga yang sakinah, mawadah , warrahma dengan kekasih hatiku, merasakan kebahagiaan, mempunyai keturunan yang sholeh dan soleha, sebelum ajal menjemputku…Amien Ya Rabb…….
Dua laki-laki terhormat itu ternyata bias juga ditolak, Abu Bakar dan Umar Bin khattab secara bergantian melamar Ummu Salamah, janda syahid Abu Salamah. Lamaran mereka ditolak sang janda. Sepertinya Abu Salamah tak tergantikan dalam hatinya. Tapi seketika ia terhenyak binggung ketika pelamar ketiga itu dating. Muhammad saw, sang Nabi.
“Aku tidak dapat menerima lamaranmu ya Rasulullah,” jawab Ummu Salamah akhirnya. Tapi Rasulullah saw tidak mundur. Beliau berusaha mencari tahu alas an penolakan itu. Dan Ummu Salamah pun menjawab:”karena umurku sudah tua, aku juga punya banyak anak dan aku seorangperempuan pencemburu.” Kemudian Rasulullah saw menjawab:”soal umur, aku toh lebih tua dari kamu. Soal anak, itu akan jadi tanggungan saya. Tapi soal cemburu, nanti aku berdoa kepada allah agar ia menghilangkannya dari hatimu”.
Cemburu ternyata bukan perkara sederhana. Dua keberatan pertama Ummu Salamah selesai di tangan Rasulullah saw. Tapi masalah cemburu ternyata harus diangkat ke langit. Lewat do’a-do’a. Dan dari mulut seorang Rasul. Kecemburuan adalah riak-riak narsisme yang, seperti riak, selalu ada pada semua laut. Setiap jiwa punya jatah cemburu. Selalu ada. Selalu begitu. Ia lahir dari respon jiwa terhadap perlakuan orang lain kepada kita. Dan riak ini bias menggelombang. Apabila dalam sebuah tim kehidupan yang besar. Itu yang dikhawatirkan Ummu salamah. Dan rasanya dikhawatirkan semua perempuan. Sebab pada akhirnya kita hanya manusia. Bukan malaikat.
Lalu dimanakan letak gagasan tentang ego transcendental itu? Ego transcendental. Mungkin itu terlalu muluk. Sebab sebenarnya ia merupakan puncak kematangan psikologis yang, walaupun mungkin dicapai oleh para pencinta sejati, tapi tetap saja merupakan puncak jiwa yang tidak mudah dijangkau. Sulit. Sulit sekali. Sampai pada batas dimana orang-orang mungkin percaya kalau itu tidak mungkin. Itu mengapa Rasulullah saw mengangkat urusan cemburu ini ke langit. Sebab ini bukan sekedar masalah manajemen komunikasi. Juga bukan sekedar masalah keadilan. Ini perkara visi. Ini urusan hati. Ini masalah pilihan hidup. Bahwa semua kebanggaan, kesenangan dan kebahagiaan muncul pada saat kita menuntaskan misi dan kerja member. Dan bahwa karena member itu harus dilakukan melalui sebuah organisasi yang kita sebut keluarga, maka kita memilih organisasi yang paling memungkinkan kita memberi secara maksimal. Dan apa yang kita sebut sebagai keunikan pribadi yang melahirkan differensiasi personal dalam bentuk keinginan untuk diperlakukan secara unik, semua itu lebur dalam semangat member melalui tim kehidupan yang kita pilih. Mereka “melampaui diri sendiri” dan mulai bekerja pada”domain orang lain”. Mereka tidak mempertanyakan perlakukan mereka sendiri kepada orang lain. Karena mereka “ sudah selesai” dengan diri mereka sendiri.
Walaupun begitu, cemburu tetap saja akan selalu ada. Maka selalu harus ada toleransi untuk itu, sebab untuk sebagiannya ia menandai riak cinta dalam jiwa. Dan riak saja tidak akan menenggelamkan kapal. Bahkan gelombang pun tidak selalui. Teduh tidak berarti ada riak. Bahkan mungkin diperlukan sebagai hiasan laut.
Wahai pemburu kebaikan, terimalah. Pintu terbuka tak tertutup. Wahai pelaku dosa dan maksiat. Datanglah dan berharaplah. Wahai yang merasa tersayat luka oleh dosa-dosa. Datanglah, pitu ini terbuka. Kedermawanan selalu dating.
Siapakah orang yang tak pernah Salah ? Siapakah gerangan manusia yang hanya melakukan kebaikan ? Sipakah manusia yang tak pernah terpeleset jatuh? Dimanakah orang yang tidak pernah bersalah dan tak mungkin keliru? Wahai pelaku banyak kesalahan, lupakah engkau, bahwa semua manusia memang pelaku kesalahan. Berapa kali engkau putus asa? Berapa kali? Padahal engkau mendengar hadits Rasulullah saw, “Demi Zat yang diriku ada dalam tangan-Nya, andai kalian tidak berdosa, niscaya allah akan melenyapkan kalian….”
Maka, jika engkau berdosa, bertaubatlah dan menyesallah. Dahulu orang tuamu Nabiyullah Adam as telah melakukan dosa. Maka, jika ada orang yang menyerupai perilaku keturunannya, bukanlah sesuatu yang luar biasa tapi lumrah saja. Tapi jangan meniru satu hal saja, bahwa Nabiyullah Adam as bersalah. Sedangkan engkau tinggalkan sikapnya yang kembali kepada Allah swt dan bertaubat setelah itu. Ayahmu melakukan kesalahan, tapi ia kembali kepada Allah. Demikian penjelasan Al Qur’an.
Wajah-wajah orang yang bertaubat akan cemerlang berkilauan. Saat mereka mendengar panggilan Rabb Penguasa alam,” Andai engkau dating kepada-ku dengan kesalahan sepenuh bumi, niscaya Aku akan menemuimu dengan ampunan seluas langit dan bumi.” Maka, sungkurkanlah dirimu di depan pintu. Tengadahkan tanganmu, lalu katakana,“Wahai pemberi ampunan…” Biarkan hidungmu terkotori tanah lalu serulah, “Kasih saying-Mu kuharapkan wahai Rabb Pemilik semesta….”
Wahai pelaku kejahatan dan kezaliman. Ketahuilah bahwa tetesan air mata penyesalan, bias melenyapkan jejak keterpelesetan kaki dalam dosa. Ketahuilah, engkau berhubungan dengan Yang Maha Menerima taubat. Yang membuka pintu kembali yang sangat luas di hadapan para pelaku durjana. Yang menurunkan kitab-Nya dengan keluasan maaf. Yang kasih saying Nya melebihi kemurkaan-Nya.
Nama-Nya adalah At Tawwab (maha Penerima Taubat). Andai kalian tidak melakukan dosa, niscaya tak ada penyifatan nama seperti ini di dalam Al Qur’an untuk diri-Nya. Karena penyifatan tak mungkin ada jika tanpa perbuatan. Tidakkah engkau tahu, taubat dari dosa itu bias melenyapkan kesombongan. Istighfar bisa menyebabkan hancurnya keangkuhan. Hingga bisa membenturkan pada tembok yang menghalangi pengulangan.
Jangan ulangi dosa. Akuilah dan diamlah. Sesungguhnya rasa obat itu pahit. Tapi kelak engkau akan mendapatkansesuatu yang memudahkan dan tidak berbahaya setelahnya.. Hati-hatilah dengan syaitan karena ia selalu membisikkan tipuan.
Mengakui kesalahan. Itu adalah karakter kemuliaan. Berhentilah di depan pintu, katakanlah: “kami telah bersalah.” Katakanlah:”kami taubat.” Angkatlah dua tanganmu dan katakanlah:” kami kembali.” “tidakkah mereka bertaubat kepada Allah lalu allah mengampuni dosa mereka. Dan allah Maha Penerima taubat dan Maha Kasih Sayang.”(QS. Al Maidah:74) Maha Suci allah yang mengampunkan dosa orang yang melakukan kesalahan. Maha suci allah Yang menerima taubat orang yang bertubat.
Taubat itu menghapus apapun yang sebelumnya. Berkata rasulullah saw, “At Taa-ib minadz dzanbi Kaman laa dzanba lahu”. Sungguh, orang yang bertaubat dari dosa sama dengan orang yang tidak mempunyai dosa. Ini perkataan yang harus kita terima. Selamat, wahai orang yang bertaubat dan kembali, sebelum tertutupnya pintu. Selamat kepada yang bertaubat dan cepat kembali kepada tuhan, yang menitikkan air mata, yang tak berdaya di hadapan Rabb manusia.
Sesungguhnya orang yang bertaubat memiliki dua kebahagian, dua air mata dan dua senyuman. Kebahagiaan tatkala meninggalkan dosa. Dan kebahagiaan saat bertemu rabbnya. Air mata yang menitik saat mengingat masa lalu. Dan air mata menitik saat mengingat bagaimana umurnya telah terbuang sia-sia. Senyuman saat mengingat karunia Allah swt yang menjadikannya bertaubat, dan itu adalah nikmat yang tak ada bandingnya. Dan senyuman tatkala dia merasakan dosa telah meninggalkan dirinya.
Taubat menyimpan rahasia-rahasianya. Mereka yang bertaubat berhak mendapatkan berita rahasia-rahasia itu. Antara lain, piala penyesalan akan menarik dirinya sedikit demi sedikit, bersamaan dengan jatuhnya bulir-bulir air mata, hingga ia mendapatkan al walayah (pertolongan). Ia akan mengerti bagaimana hakikatnya sebuah ri’ayah (perlindungan). Karena ia memahami rahasia ubudiyah (penghambaan).
Rahasia taubat juga ada pada kesibukan beristighfar yang mampu melucuti kesombongan. Orang yang bertaubat akan berpikir tentang kekurangan dirinya. Sibuk dari segala bisikan yang menipu kebesarannya. Mungkin saja orang lain tidak melihat kecuali kebaikan dari dirinya, dan hanya menyaksikan keshalihan dan keimanannya. Tapi keadaan itu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, tentang ketakutan akan akibat yang diterima.
Ketahuilah, menghina diri karena kekurangan, memandang diri dengan pandangan remeh di hadapan kebesaran Allah, tidak meridhai apa yang dilakukan oleh hawa nafsu, akan memunculkan sikap lembut dan kritis. Sikap yang tidak bias diperoleh melalui puasa bahkan giyam. Tidak juga melalui thawaf di baitul haram. Selamat bagi orang yang menyesali dosanya, lalu hatinya tercabik, dan air matanya menetes karena perbuatan yang tak terkendali.
Perkataan paling indah, ungkapan paling baik, bagi Rabb pemilik bumi dan langit, adalah perkataan seorang hamba: “Ya Rabb, aku berdosa. Ya Rabb, aku melakukan keburukan. Ya Rabb, aku bersalah.” Niscaya jawaban yang muncul dari-Nya adalah, “Hamba-Ku, Aku telah mengampunimu, memaafkanmu dan menutupi kekuranganmu.
Biarkan keningmu terkotori tanah. Seruhlah:”wahai Rabbul Alamin…kami bertaubat bersama orang-orang yang bertaubat.” Cucilah dosa-dosa besar itu dengan tujuan siraman air mata penyesalan, dan tambahkan pada siraman yang kedelapannya dengan debu serta tanah pertaubatan.
Sebagai Rahmatan Lil'alamin (rahmat bagi semesta alam) Islam penuh ajaran kasih sayang. Ada Hadist Rasulullah SAW yang maknanya luar biasa" Allah menciptakan 100 bagian kasih sayang, yang 99 disimpan disisinya, yang satu bagian diturunkan kedunia. Dengan kasih sayang yang satu bagian itulah semuanya makhluk saling berkasih sayang.
Cinta, kasih sayang, adalah pesona yang tak terjelaskan dengan kata-kata, tidak tergambarkan dengan alat peraga apa pun.
Cinta alami, manusiawi, naluriah, seperti cinta kepada bapak ibu, segenap keluarga sahabat dan kawan-kawan termasuk cinta kepada lawan jenis. Islam memperbolehkan cinta alami ini tapi harus dengan dua syarat :
Pertama: Cinta hanya karena Allah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,"Cintai seseorang
karena Allah dan benci seseorang karena Allah.
Kedua : Mencintai secara wajar-wajar saja, tidak berlebihan (cintailah kekasihmu sewajarnya saja, karena suatu saat bisa saja dia menjadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sewajarnya saja, sebab suatu saat bisa saja dia menjadi kekasihmu.